Beras Putih, Merah, atau Hitam, Mana yang Lebih Sehat?

Diposting pada

Beras merupakan bahan makanan pokok dan menjadi bahan basic beragam macam kudapan. Selain rasanya lezat, nasi juga bernutrisi dan punya kandungan karbodhidrat. Kita mengenal nasi putih, merah, dan hitam, tetapi apa bedanya dan mana yang lebih sehat?

Beras merupakan sumber karbohidrat terbesar yang diperlukan untuk membuahkan energi. Banyak orang condong menjauhi makanan berkabohidrat tinggi. “Ini cuma kasus jumlah untuk menyesuaikan keperluan energi,” tuutur Simone Austin pakar diet berasal dari Dietitians Association of Australia kepada The Huffington Post Australia.

Beras juga mengandung lemak, protein, zat besi, magnesium, dan vitamin B. Kebaikan lainnya, beras tergolong murah dan serba guna. Menurut Austin, hal itu yang membawa dampak nasi menjadi ekonomis untuk mencukupi keperluan gizi keluarga.

Ada sebagian tipe beras. Mulai berasal dari beras putih sampai hitam. Apa perbedaan dan mana yang lebih sehat? Berikut ulasannya dikutip berasal dari The Huffington Post.

Lihat Juga : Supplier Beras Murah

Beras Putih (white rice)

Beras putih sudah dibersihkan kulit, susunan dedak, dan kumannya. Alhasil beras putih punya kandungan sedikit nutrisi dibandingkan beras merah atau hitam. 100 gram beras putih memgandung 6,3 gram protein.

Nasi putih cepat dicerna. Sehingga jika Anda mengonsumsi nasi putih berlebihan bisa berlebihan karbohidrat.

Salah satu alasan beras putih sering diakui remeh, gara-gara persentase seratnya yang rendah. Ini gara-gara kulitnya sudah dikupas. Dan, zat besinya pun lebih rendah berasal dari nasi merah.

Beras Coklat (Brown rice)
Pada dasarnya, beras coklat merupakan beras putih yang tidak dikuliti, hanya dibuang susunan dedak dan kuman. Beras coklat rasanya lebih manis berasal dari beras putih, sedikit pedas dan lebih bergizi.

Seperti beras putih, beras coklat berupa beras coklat ada yang berupa biji panjang, tengah dan pendek. Diantara ketiga tipe beras (putih, coklat, merah), beras coklat mempunyai protein sedang, yaitu sekita 7,2 gram per 100 gram. Kandungan magnesium pada beras coklat sangat baik.

Karena kulitnya tetap utuh, beras ini memilki persentase serat tinggi, yaitu kira-kira 3,2 gram per 100 gram. Beras coklat membuat kenyang lebih lama daripada nasi putih.

Beras Hitam  (black rice)
Beras hitam berasal berasal dari tipe padi yang berbeda bersama dengan beras coklat dan putih. Karenanya, beras ini mempunyai cita rasa pedas yang khas dan sederhana. Tak cuma itu, diperlukan sistem yang lumayan lama kala memasaknya. Beras hitam punya kandungan 9,1 gram  protein per 100 gram nasi. Beras ini cocok untuk pengidap diabetes. Seratnya juga lumayan tinggi, yaitu kira-kira 4, 7 gram per 100 gram.

Beras Merah (Red rice)

Warna merah pada beras ini diakibtkan persentase antosianin yang mendorong antioksidan. Beras merah ada di dalam bentuk yang sudah dan belum digiling. 100 gram beras merah mengandung 7 gram protein dan 2 gram serat. Kedua varietas beras merah dan dan hitam punya kandungan jumlah nutrisi yang kebih tinggi.

Jadi, mana yang lebih sehat?
Menurut Austin, jika Anda dambakan tahan lapar lebih lama, maka cocok menonsumsi beras coklat dan hitam cocok yang kaya dapat serat. Namun, jika Anda bukan pecinta beras coklat atau hitam, bisa mengonsumsi percampuran nasi putih bersama dengan varietas. Dalam hal kemudahan dan keceptan, ia lebih menganjurkan mengonsumsu nasi putih. Tetapi, jika Anda memprioritaskan kemudahan, cepat dan seimbang, maka tambahkanlah makanan plain seperti telur, ikan dan sayuran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *