Pengertian Haji dan Umrah

Diposting pada

Umroh Plus Turki Desember – Rukun Islam yang paling akhir adalah naik haji ke Baitullah. Maksudnya adalah mampir ke tanah suci untuk jalankan serangkaian amal ibadah sesuai bersama dengan syarat, rukun, dan waktu yang telah ditentukan. Ibadah haji ditentukan kepada muslim yang mampu. Pengertian bisa atau kuasa yaitu mempunyai bekal yang lumayan untuk pergi dan bekal bagi keluarga yang ditinggalkannya. Sama halnya bersama dengan umrah yang bisa dikerjakan pada bulan- bulan lain selain bulan Zulhijah.
Haji dan umrah merupakan suatu aktivitas rohani yang di dalamnya terkandung pengorbanan, ungkapan rasa syukur, berbuat kebajikan bersama dengan kerelaan hati, jalankan perintah Allah, serta mewujudkan pertemuan besar bersama dengan umat Islam lainnya di semua dunia. Firman Allah swt. Surah A1 Baqarah Ayat 125.

Pengertian Haji dan Umrah
Pengertian haji menurut bahasa (etimologi) adalah pergi ke Baitullah (Kakbah) untuk jalankan ibadah yang telah ditetapkan atau ditentukan Allah swt.

Pengertian haji secara istilah (terminologi) adalah pergi beribadah ke tanah suci (Mekah), jalankan tawaf, sa’i, dan wukuf di Padang Arafah serta jalankan semua ketentuan-ketentuan haji di bulan Zulhijah.

Pengertian umrah menurut bahasa (etimologi) yaitu diambil alih dari kata “i’tamara” yang artinya berkunjung. Di didalam syariat, umrah artinya adalah mampir ke Baitullah (Masjidil Haram) bersama dengan target mendekatkan diri kepada Allah bersama dengan mencukupi syarat spesifik yang waktunya tidak ditentukan layaknya halnya haji.

Hukum Haji dan Umrah
Hukum jalankan haji adalah harus bagi tiap-tiap muslim yang mampu, sesuai bersama dengan firman Allah didalam Surah Ali Imran Ayat 97.yang artinya.
Artinya: “Padanya terkandung tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahin, barang siapa
memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia pada Allah, yaitu (bagi) orang yang bisa mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka memang Allah Mahakaya (tidak membutuhkan sesuatu) dari semesta alam.” (QS Ali Imran: 97).

Sebagai ulama berpendapat bahwa umrah hukumnya mutahabah artinya baik untuk dikerjakan dan tidak diwajibkan. Hadis Nabi Muhammad saw. menyatakan sebagai berikut.
Artinya: Haji adalah fardu sedang umrah adalah “tatawwu.” (A1 Hadis)

Tatawwu maksudnya ialah tidak diwajibkan, tapi baik dikerjakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan melakukannya lebih utama daripada meninggalkannya karena tatawwu mempunyai ganjaran pahala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *